kirana
Dan kemudian, kopi didalam cangkir itu tandas. Mengalir melalui tenggorokanmu, tapi matamu masih menerawang jauh entah ada dimana. "aku lelah tyo" tiba tiba saja kalimat itu meluncur dari bibirmu yang tipis. Aku mencoba mendengarkan, meski kadang bingung apa yang harus ku katakan. "udah coba kamu kontak lagi?" ujarku pelan, hanya mencoba untuk memberikan jawaban dari kalimatmu yang terucap barusan. "biar saja, aku sudah tidak peduli" ujarmu ketus, kemudian kau menyandarkan kepalamu sambil menatap langit langit cafe dengan mata masih menerawang Aku seperti kehabisan kata kata untuk menenangkanmu, sesaat kemudian kau membetulkan posisi dudukmu dan menatapku. terlihat dalam matamu ada banyak pertanyaan yang seolah akan melompat keluar menerkanku. hujan kian deras, butirnya menghujam dengan cepatnya ke permukaan bumi. "apa laki laki itu semuanya brengsek ya?" tanyamu pelan "mungkin" jawabku singkat ...