lintang

dan itulah namamu,
nama yang indah, bahkan purnamapun tak akan bisa menandinginya. Dan itulah namamu, Lintang, yang selalu menghiasi hari hariku. memaknai indah hariku. membuatku selalu memperhatikanmu dalam keseharianku.

dan itulah namamu,
yang selalu berdengung dalam relung hatiku. membuatku tak mampu berkata saat lembut bibir merah mudamu menyapaku setiap hari di koridor kampus tempat kita membuka wawasan kita. tempat terasing yang berubah menjadi sebuah surga saat keberadaanmu mewarnai tempat ini.

dan itulah namamu,
yang selalu berbisik dalam keheningan malam. mengundang imajinasi tertinggiku untuk bisa merangkulmu dalam alam mimpi. mencoba merajut harapan untuk bisa bersamamu dalam genggaman hari.

Lintang, itulah namamu.
Yang membuat aku marah karena kau bercakap cakap dengan dia. ya, dia. yang sudah merebutmu dari pandanganku. yang sudah seolah olah menampar hatiku saat dia meraih tanganmu. umpatan makian amarahku tak akan membayar semua kebencianku saat itu. rasanya belum cukup bila ku robek robek kenangan pada saat itu.

Lintang, itulah namamu.
yang membuatku tak mampu berkata apa apa saat kau tertawa, mengatakan betapa bahagianya dirimu saat dia menerima cintamu. cinta yang selalu aku tunggu didalam pojok hatiku. cinta yang akan menjadi pelitaku saat aku tak mampu menggapaimu. mengapa Lintang, mengapa kau memilih dia? dia tak akan mencintaimu seperti aku mencintaimu Lintang. dia tak akan mampu membahagiakanmu seperti aku. apakah kau mendengar bisiku ini Lintang? ah, andai kau tahu.

dan ternyata dugaanku benar, saat kulihat memar dimatamu, torehan yang ia berikan karena keegoisan yang ia miliki. dia tidak mencintaimu Lintang, berapa kali aku harus meyakinkan hatimu?. Dia tidak mencintaimu seperti aku. perih batinku saat mendengar ceritamu mengenai apa yang telah ia lakukan padamu. rasanya ingin aku mencabik cabik dadanya saat gemetar bibir mungilmu bercerita mengenai apa yang ia perbuat. agar ia tahu apa yang aku rasakan saat ini, getaran amarah yang membuatku nyaris murka atas apa yang ia perbuat. Dia tidak mencintaimu Lintang, seperti aku mencintaimu. karena hanya ada aku disampingmu saat kau menjerit, menangis dalam keputus asaan karena ia telah merenggut kehormatanmu. karena hanya aku satu satunya yang memelukmu saat kau menderita, saat kau menangis, saat kau menjerit karena ia telah mencampakanmu disaat kau memujanya, Disaat kau memberinya harapan, disaat kau mencintainya. dan ketahuilah lintang, bahwa aku bisa merasakan apa yang kau rasakan. bahwa aku bisa mengetahui betapa pedih yang kau rasakan, betapa murkanya dirimu, dan betapa putus asanya dirimu. karena aku mencintaimu Lintang, ya, aku mencintaiumu! melebihin cintanya padamu. melebihin puisi puisi yang ia tulis untuk merayumu, melebihin impian kosong yang ia tawarkan padamu, melebihi semua pelangi palsu yang ia ciptakan untukmu. dengarkan bisikku Lintang, Dengarkankan cintaku.

Inilah cintaku Lintang, inilah pembuktianku.
Saat aku tak lagi sanggup melihatmu yang begitu terpukul karena penghianatan lelaki yang kau cintai, aku mengambil sikap. aku tak mau lagi kau menderita, aku tak mau lagi kau terpuruk dalam kesedihanmu. aku ingin dia merasakan apa yang kau rasakan, aku ingin dia juga menderita. "kau gila???!!" itu jeritmu saat mendengar apa yang akan aku lakukan. Tapi keputusanku sudah bulat Lintang, akan ku tempuh jalur neraka ini, demi cintaku Lintang, demi sayangku padamu. apapun itu aku akan lakukan. berkali kali kau memintaku untuk tidak melakukan hal gila ini. Tapi aku sudah bulatkan tekad untuk melakukannya, untuk menghabisi orang yang telah mencabik hatimu Lintang. orang yang sudah menghancurkan kristal dalam murninya jiwamu. Kau hanya terdiam dalam kegalauanmu, aku tahu disudut hatimu kau setuju atas apa yang aku lakukan, namun kau tak mau aku menjadi terlibat lebih jauh dalam hal yang berbahaya. Aku hanya bisa membalasmu dengan senyum, namun yakinlah bahwa senyumku tulus Lintang, setulus cintaku padamu.sudahlah, lepaskan tanganmu dan biarkan aku melakukannya. biarkan ia merasakan apa yang kau rasakan, biarkan ia tercabik seperti ia mencabik kehormatanmu. itulah sumpahku, yang sudah terucap sejak dulu saat aku pertama kali mendengar tragedi ini.

Dan akhirnya aku menuntaskan dendamu, menuntaskan tangismu. memberi balasan yang setimpal atas apa yang ia lakukan padamu. dalam erang kesakitannya aku tertawa, puas! inilah persembahanku Lintang, inilah pembuktian cintaku.berkali kali ia memohon maaf, memelas dengan mengiba agar dikasihani. Namun saat aku bertanya apa ia berhenti saat Lintang mengiba? dia hanya terdiam. Terdiam akan dosanya, terdiam akan memori yang ia simpan dalam kebusukannya. dia kembali meminta maaf, dan kembali mengiba memohon agar aku mengampuni hidupnya. Tapi tekadku sudah bulat, dia harus musnah malam ini!

esoknya, kulihat kau terduduk dalam diam. tak lagi kulihat air mata di matamu. mulut kecilmu berbisik pelan "terima kasih...." seraya merangkulku, dan kemudian kita terdiam dalam keheningan sesaat.

inilah cintaku Lintang, inilah kasih sayangku. hanya ini yang bisa kulakukan untuk membuktikan cintaku padamu. untuk membuktikan bahwa aku menyayangimu. meski esok aku harus mendekam dalam jeruji dingin, namun aku rela, asal kau bisa tersenyum bahagia, dan itu sudah cukup untukku.  hanya itu yang bisa kulakuan untukmu Lintang, untuk cintaku padamu. dan hanya itu yang bisa dilakukan oleh orang sepertiku. tapi itu untuk cintaku padamu Lintang.

untuk cintaku padamu, dari seorang wanita sepertiku.

dengarlah cintaku, Lintang..................










Komentar

Postingan Populer