Catatan kecil dipenghujung sore

   Pukul 4 sore.....rinai hujan masih sja membasahi bumi. genangan air tak menyurutkan langkahku. Dan aku terus berlari menyusuri pohon pohon samanea yang berbaris rapi. mereka seolah olah bertanya, sedang apa aku berlari diantara hujan? "hei anak muda...mau kemana kau di tengah hujan ini?" mungkin itu yang ada dalam pikiran mereka...itupun kalau mereka perduli.

    Sejenak aku berhenti, mencoba mengatur nafasku yang sedikit menderu. keadaan basah tak lagi aku hiraukan. "aku harus disana tepat waktu" pikirku dalam hati. sejenak aku berdiri dan menengadah, langit masih gelap berbalut gerimis hujan. dan aku kembali berlari menembus curahan air surgawi ini. sedikit lagi....ya sedikit lagi aku akan disana, menemuimu. mengungkapkan rasa yang sudah lama mendera. dan agar kau tahu bahwa selama ini aku menunggumu....menunggu waktu agar aku bisa mengutarakan isi hatiku. rasa yang sudah mencabik cabik isi hatiku selama ini.

   Akhirnya, di penghujung senja aku tiba disana. Aurora Cafe, tempat dimana kau memintaku menunggumu. dada ini berdebar kencang saat aku memasuki halaman cafe. aroma kopi semerbak tercium olehku. banyak orang berkumpul disana, membicarakan masa depan, membicarakan hal yang sia sia....dan entah apa lagi. ada yang tertawa, ada yang duduk termenung. Aku tak peduli, karena merekapun tak peduli denganku yang sudah basah kuyup ini. sejenak aku mencarimu, mencari sosokmu yang ku nantikan. setiap sudut cafe aku jelajah namun sosokmu tak jua kutemukan. kulihat jam yang ada di tanganku, 16.30....masih ada waktu.

   Sejenak aku mencari tempat untuk menenangkan hati dan pikiranku. perlahan aku berjalan ke arah pojok cafe. mencari tempat untuk menyandarkan pundakku yang tegang menanti kedatanganmu. mencoba merangkai kata yang akan ku ucapkan saat mata kita bertemu nanti. secangkir capuccino sudah mulai habis dalam cangkir di hadapanku namun kehadiranmu masih belum juga tiba.

  16.47 suara gemerincing dari pintu cafe menyentakkan lamunanku. sejenak aku melirik ke arah pintu dan dirimu berdiri disana, mencoba mencari keberadaanku. aku melambaikan tangan dan kau membalasnya dengan senyummu. Tak lama berselang kau berjalan kearahku. Aku mencoba menyambutmu dengan ke kikukan yang tak bisa ku tahan, kau tersenyum saat melihatku seperti itu.
2 menit kemudian aku tak mampu berkata apapun. hanya mencoba menenangkan pikiran dan perasaanku saat itu. kali ini kau tak lagi mampu menahan tawamu melihat keadaanku.

  Tapi itulah yang selalu kunanti, rinai tawamu yang selalu membuat duniaku indah. seolah memecahkan belenggu dalam hati ini aku mulai berani untuk berbicara. berbicara mengenai aku, berbicara mengenai kau, indah matamu dan.....cinta. akhirnya semua mengalir, membuatmu terdiam dalam senyum. menangkap kata kataku dalam relung relung hatimu. kata demi kata aku utarakan tanpa ada jeda, Tuhan sudah membantu membuatnya mengalir dan semoga semua mengalir kedalam hatimu, agar engkau tahu bahwa aku sudah lama menantimu.

   Dan akhirnya aku berhenti berkata, kau masih terdiam dalam senyummu. mencoba menarik nafas panjang kini giliranmu bercerita. bercerita tentangmu, tentang masa lalumu dan tentang kehidupan yang sedang dan akan kau jalani. Isi kepalaku berputar, mencoba menyusun puzzle yang kau utarakan. dan akhirnya pembicaraanmu mengarah kepada konklusi pertemuan kita. akhir dari sebuah penantian.

  17.46 hampir satujam kita berbicara dan akhirnya kita berada di depan pintu cafe yang menjadi tempat kita bertemu. kau mengucapkan salam perpisahan dalam senyummu, senyum yang selalu aku rindukan, kemarin, kini, dan seterusnya. sejenak memandang sosokmu yang sedikit demi sedikit menghilang di ujung jalan.

   Masih terngiang jawaban atas konklusi penantian ini, dan akhirnya semua itu membuat kita berpisah. Namun, meski kini terisah jauh darimu, suatu hari nanti aku pasti akan menemukanmu kembali. Setahun, puluhan, bahkan ribuan tahun akan aku lalui. Dan aku tahu, aku pasti akan menemukanmu.

  kaulah yang memberiku kelembutan, kaulah yang membantuku melepaskan kesepian ini. Aku terlahir hanya untuk bertemu denganmu. karena kaulah tempat tujuanku. kaulah dunia diujung pelangi. Dan aku tahu pada akhirnya semua mimpi itu akan terwujud, karena kaulah mimpi itu.

 Catatan kecil dipenghujung sore, disaat gerimis menyapa bumi........................





Komentar

Postingan Populer