Cinta untuk Saida

          Dikala mentari mulai terbangun dari peraduannya, disaat itulah aku sering menemukanmu di bangku taman di seberang apartemen. Kadang aku melihat kau menangis, kadang kulihat kau tersenyum sambil mendekap sepucuk surat di dadamu.

           "cinta itu apa sih yo?" pernah kau bertanya, dan aku tak bisa menjawabnya saida. Cinta adalah...... ah rasanya pecah kepalaku bila mencari definisi cinta. terlalu luas untuk kujelaskan padamu saida. "kok aku ga pernah bahagia kalo bersentuhan sama cinta ya yo?" lagi lagi kau bertanya, dan rasanya aku ingin berkata padamu, mengenai aku, mengenai cintaku, mengenai perasaanku padamu ... saida.

                 Banyak hal yang ingin ku ungkapkan padamu tapi entah kenapa mulutku selalu terkunci, disaat bersamamu aku hanya menjadi pendengar yang baik tanpa bisa memberikan apapun padamu. meski Tuhan telah mempertemukan kita hampir 2 tahun lamanya, namun tak jua aku bisa mengatakan apa yang tersimpan dalam hati ini kepadamu. 

                  Setiap malam berbagai rangkaian kata berputar putar dalam kepalaku. mencoba mencari pembenaran aka ke kaku an ku. rasanya ingin ku tampar mukaku sendiri tapi entah kenapa aku selalu terdiam membisu. Apakah ini cinta saida? apakah ini yang sering kau tanyakan padaku? ah aku tak tahu. hanya rasa ini yang selalu bergelayut dalam kepalaku, dan juga hatiku. Andai bisa aku jelaskan padamu namun hanya rasa yang kurasakan yang selalu bergemuruh dalam hatiku ini yang selalu berkata " ayo katakan...ayo katakaan!!" namun aku begitu bodoh. hanya bisa terdiam saat aku memiliki berjuta kesempatan untuk mengatakannya padamu saida.

                    "ARYO!" panggilmu pagi itu, dan aku hanya bisa tersenyum mendengar panggilanmu. Tapi tak sepertinya kulihat kau lebih tegar dari sebelumnya. "malam ini ada waktu ga?" tanya mu dengan mata berbinar. "ada" jawabku singkat. "nanti aku main ke flatmu ya?" dan aku hanya mengangguk santai, andai kau tahu apa yang ada dalam hatiku saat mendengarnya saida. 

                      malam itu hanya kita berdua berbicara mengenai purnama, mengenai malam, dan mengenai cerita masa lalu. dari mulut mu mengalir berbagai cerita tentang kehidupanmu. hingga saat kau menemukan cintamu yang kemudian mengkhianatimu. namun malam ini kau coba untuk tersenyum, menggulirkan bait demi bait luka hatimu. tiba tiba kau berdiri, melangkah menuju teras flat kemudian sejenak kau terdiam "suatu hari yo... aku yakin masih ada cinta untukku, dan aku akan menunggu untuk bisa meraih cinta kembali". Kata kata itu seolah menampar muka ku, saida, lihat lah aku apa tak kau pahami cintaku? rasanya aku ingin berteriak begitu. namun bodohnya aku hanya terdiam. gemetar menahan perasaan aku ingin bercerita panjang lebar padamu namun aku hanya diam. Kemudian kau tersenyum mengakhiri kalimatmu, dan mulut bodohku masih saja terdiam. 

                         Kemudian kau memelukku dan sejenak menangis. "Peluk aku yo" dan aku hanya bisa merangkulmu dalam diam, membiarkan smeua rasa bergejolak dalam dadaku berusaha untuk berbicara namun tak kunjung jua aku berani mengatakannya. Dan akhirnya aku pasrah kepada malam dengan memelukmu dalam diam. sejenak aku bermimpi memeluk hatimu yang terluka. Perasaan yang tak terbendung ini perlahan tenggelam dalam aliran waktu. Warna kesedihan yang terus berubah bagaikan orang orang yang lewat lalu lalang telah habislah kata kata kekosongan dalam kesendirian. Begitu juga pada malam kau tertidur sambil mengumpulkan kenangan.

                        Perlahan, selamanya kita saling berpegangan hingga waktu berlalu. sejenak kau bermimpi. dimana kau kembali menemukan cahaya. sejenak aku memeluk hatimu yang telah terluka. perasaan yang tak terbendung ini perlahan tenggelam dalam aliran lingkaran waktu. 

                                Saat pagi menjelang, tak kutemukan lagi dirimu disampingku, kau sudah pergi. hanya sepucuk surat yang kau simpan untukku tersimpan di atas meja kamarku.

       "apakah kau tahu yo? bahwa dunia ini penuh dengan berbagai macam impian, terkadang semua datang silih berganti, mewarnai hari-hari yang kita jalani. namun, tak urung impian datang dan pergi seiring pergantian waktu. seiring dunia yang terus berputar, kehidupan kita terus berlanjut. Dan karena itulah dunia ini dihiasi oleh berbagai macam impian. Impian itu menjadi bagian dari setiap manusia yang mendiami dunia ini., mereka slaing berselisih, menangis, dan tertawa. Semua datang silih berganti. 

        Diantara orang orang yang berjuang meraih mimpinya, entah berapa banyak dari mereka yang tertawa dan menangis saat mencoba meraih impiannya. Entah berapa banyak orang yang berhasil mewujudkan kebahagiaannya. Meski harus bersimbah air mata dan doa. Dan diantara mereka , entah berapa orang yang telah berhasil mencapai impian meraka lalu merasa puas begitu saja. karena harapan, keyakinan, dan cinta kitalah yang mewujudkannya. Dengan tangan kita sendiri. 

      Dan akupun begitu yo, akakn ku raih cintaku, cinta baru ku. aku pernah berharap bahwa itu kamu yo. tapi cinta tak pernah muncul diantara kita yo, dia tak pernah ada. dan sekarang aku akan melihat dunia, agar bisa kutemukan kembali cinta itu. Terima kasih untuk semua yang telah kau lakuakan untukku yo. 

       dariku yang mencintaimu...

       Saida


                    Rasanya seperti tersengat ribuan lebah membaca surat mu saida. dan tanpa aku pikirkan lagi aku berlari, mengejar bayanganmu. namun, tak ku temukan sosok mu ditempat biasa aku bertemu denganmu. Akuu berlari ke apartemenmu namun hanya kekosongan yang kutemukan. dengan gemetar aku melangkah pergi. meninggalkan berjuta bayangan dan kenangan tentang dirimu.
                     Pagi ini tak lagi kutemukan dirimu di taman seperti biasanya, Saida. Mencoba mereka samar bayangmu namun sesak yang kurasa. Semoga disuatu tempat kau menemukan cintamu Saida.....maafkan aku.                   


Komentar

  1. Baguss... jalan cerita menarik. Penyampaiannya menarik. Efek surprise dan feel nya dapet. Ceritanya Logis. Karakterisasinya masuk akal. Tipe cowok yang banyak diam pada tokoh Aryo. :-)
    Saran: lebih tertib menggunakan tanda baca. Konsistensi pemakaian huruf besar di tiap awal kalimat belum nampak dan cukup mengganggu, sebaiknya diperbaiki.
    Good luck!
    Keep on writing!

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih mbak ammur.....nuhun masukannya

      Hapus

Posting Komentar

Postingan Populer